Jakarta, CNN Indonesia —
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengaku Sudah mengajukan permintaan langsung ke Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait usulan Sebanyaknya insentif untuk sektor otomotif diberlakukan tahun ini.
Permintaan ini dikatakan Agus untuk menjaga keberlangsungan industri, serta tenaga kerja nasional yang terlibat.
“Kami Sebelumnya kirim dan Sebelumnya Tidak mungkin tidak seperti yang Setiap Saat kami sampaikan bahwa program yang kami usulkan atas nama perlindungan tenaga kerja, Sekaligus kekuatan atau penguatan manufaktur bidang otomotif yang Pada Pada akhirnya Akan segera Menyajikan kontribusi kepada perekonomian,” kata Agus melansir Antara, Jumat (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menyebut usulan tersebut dirancang lebih komprehensif dan terukur dibandingkan skema insentif pada masa Virus Corona. Ia Bahkan menekankan tujuan utama insentif untuk menjaga keberlangsungan tenaga kerja di industri otomotif nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus bilang insentif yang diusulkan kali ini disusun lebih detail dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari segmentasi kendaraan, teknologi, Sampai sekarang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ditambah lagi dengan, pemerintah Bahkan Menyajikan perhatian khusus terhadap pengembangan kendaraan ramah lingkungan atau elektrifikasi.
“Prinsipnya Merupakan yang kami usulkan mereka yang mendapatkan manfaat terhadap insentif dan stimulus itu Dianjurkan memiliki TKDN, Ia Dianjurkan memenuhi nilai emisi maksimal sekian,” kata Menperin.
Dalam usulan tersebut, Kementerian Perindustrian Bahkan menetapkan batasan harga pada masing-masing segmen kendaraan Supaya bisa insentif Sungguh-sungguh tepat sasaran.
Kata Ia lagi penyusunan usulan insentif ini melalui proses yang panjang dan Sebelumnya melibatkan pelaku industri, dalam hal ini Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
“Interest dari Kemenperin cuma satu, Dikenal sebagai melindungi tenaga kerja yang ada di sektor otomotif, yang ada di ekosistem otomotif karena forward dan backward linkage-nya sangat tinggi sektor otomotif itu terlalu besar, maka itu Dianjurkan kita lindungi,” katanya.
Agus menambahkan pembahasan insentif ini Bahkan dilakukan secara teknokratis dengan memperhitungkan aspek cost and benefit bagi negara.
“Kemenperin Bahkan Sebelumnya Tidak mungkin tidak tidak Ingin usulan yang kami usulkan itu kemudian membuat negara cekak atau defisit, maka hitungan benefit-nya Dianjurkan lebih besar dari cost yang disiapkan oleh negara,” ujar Agus.
(ryh/mik)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











