Pekerja memanggul tumpukan padi hasil panen di Desa Pematang Johar, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Selasa (14/4/2026). Perum Bulog menargetkan Berniat menyerap sebanyak empat juta ton beras dengan strategi percepatan penyerapan gabah dari petani meski menghadapi potensi kekeringan dampak Kejadian Istimewa Godzilla El Nino pada Juli 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, ROMA — Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan bahwa pola cuaca El Nino yang menguat dapat mendorong setidaknya 49 juta orang ke kerawanan pangan akut pada akhir 2027. Warga terdampak menyebar di benua Afrika, Amerika, Sampai saat ini Asia.
Menurut WFP, El Nino diperkirakan Berniat mencapai puncaknya antara bulan September-Desember 2026. Meskipun demikian dampaknya kemungkinan bakal berlanjut sepanjang 2027 dan berimbas pada terganggunya panen pertanian.
Mengikuti analisis terbarunya, WFP mengungkapkan, El Nino Diprediksi Berniat memperburuk kerawanan pangan secara signifikan di 45 negara yang Sebelumnya berjuang melawan kelaparan. Hal itu dapat Mengoptimalkan jumlah orang dengan rawan pangan dari sekitar 225 juta menjadi 274 juta.
“El Nino Merupakan ancaman besar bagi keamanan pangan jutaan orang yang Sebelumnya rentan,” kata Penjabat Direktur Eksekutif WFP, Carl Skau, dalam pernyataannya, Rabu (5/8/2026), dikutip laman Anadolu Agency.
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











