Ada 2 Bibit Siklon Dalang Cuaca Ekstrem di RI Pada Di waktu ini, Apa Saja?


Jakarta, CNN Indonesia

Dua bibit siklon tropis terpantau aktif di dekat wilayah Indonesia dan Menyediakan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca. Apa saja dua bibit siklon tersebut?

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dua sistem cuaca itu Merupakan Bibit Siklon Tropis 98P dan 94W.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesuai aturan hasil pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta kedua bibit siklon ini terdeteksi di utara dan selatan Indonesia.

BMKG mewanti-wanti bahwa bibit siklon tropis ini berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan kondisi perairan di Sebanyaknya wilayah Indonesia.





“Bibit Siklon Tropis 98P terpantau mulai terbentuk sejak 29 Januari 2026 pukul 13.00 WIB di wilayah monitoring TCWC Jakarta. Pada Di waktu ini, posisi bibit tersebut berada di sekitar daratan utara Australia,” tulis BMKG dalam unggahan di Instagram, Rabu (4/2).

Bibit siklon ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diperkirakan bergerak ke arah barat dalam 24 jam ke depan.

Meski peluang penguatannya rendah, Bibit Siklon 98P berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung berupa hujan dengan intensitas Tengah dan angin kencang di wilayah NTT, Maluku bagian barat daya, serta Kepulauan Tanimbar.

Terlebih lagi, BMKG Bahkan memperingatkan potensi gelombang laut setinggi 1,25 Sampai sekarang 2,5 meter di Laut Sawu, perairan Kepulauan Leti-Sermata, perairan Kepulauan Babar-Tanimbar, perairan Kepulauan Kai-Aru, Samudra Hindia selatan NTT, serta Laut Arafuru.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 94W mulai terdeteksi pada 2 Februari 2026 pukul 13.00 WIB dan Pada Di waktu ini berada di Samudra Pasifik utara Papua.

Bibit siklon ini memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diprakirakan bergerak ke arah barat dalam 24 jam ke depan. Dampak tidak langsung dari Bibit Siklon 94W berpotensi memicu hujan dengan intensitas Tengah di Malut.

Terlebih lagi, kondisi laut diperkirakan memburuk dengan potensi gelombang setinggi 1,25 Sampai sekarang 2,5 meter di Samudra Pasifik utara Papbar-Papua dan perairan Kepulauan Sangihe, serta gelombang tinggi 2,5 Sampai sekarang 4 meter di Kepulauan Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku Sampai sekarang Papbar Daya.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi, angin kencang, serta kondisi perairan yang berbahaya di wilayah terdampak.

Masyarakat Bahkan diminta untuk terus memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG guna mengantisipasi perkembangan cuaca selanjutnya.

[Gambas:Instagram]

(wpj/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA