Benarkah Jengkol Mengandung Racun? (Foto: Okezone)
JAKARTA – Jengkol menjadi salah satu makanan favorit banyak orang di Indonesia. Berbeda dengan, di balik cita rasanya yang khas, bahan pangan ini disebut memiliki kandungan alami yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan Manakala dikonsumsi secara berlebihan atau diolah dengan Trik yang kurang tepat.
Ahli toksikologi Indonesia yang Bahkan menangani kasus gigitan hewan berbisa, tumbuhan, jamur beracun, dan keracunan, dr. Tri Maharani, menjelaskan bahwa masyarakat Dianjurkan memahami bahwa Sebanyaknya bahan pangan, termasuk jengkol, memiliki senyawa alami yang dapat menimbulkan efek tertentu pada tubuh. Hal itu disampaikannya dalam cuplikan podcast yang diunggah di akun Instagram @risyadandson.
Selain membahas jengkol, dr. Tri Bahkan mengingatkan bahwa masyarakat sehari-hari kerap terpapar berbagai zat tambahan pada makanan olahan. Menurutnya, penggunaan pewarna, perasa, pengembang, Sampai saat ini pengawet Dianjurkan diperhatikan Supaya bisa tidak dikonsumsi secara berlebihan.
“Banyak, dari warna, rasa, bahkan pengawetnya udah dapat semua. Bahan kimia rumah tangga gitu racunnya. Kalau kita pergi ke mal atau toko makanan, hampir semua makanan itu untuk membuat putih, membuat warna cokelat, dan sebagainya kan ada pewarnanya. Belum lagi pengembang, pelembut, pengawet. Jadi sebetulnya kita makan racun tuh,” kata dr. Tri Maharani.
Kandungan Jengkol
Ia menjelaskan, jengkol mengandung senyawa alami berupa asam jengkolat. Pada kondisi tertentu, senyawa ini dapat membentuk kristal di saluran kemih maupun ginjal sehingga berpotensi mengganggu fungsi ginjal.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











