Jakarta, CNN Indonesia —
Menteri Luar Negeri Kanada, Mélanie Joly, mengungkapkan China Sudah mengeksekusi empat warga Kanada dalam beberapa pekan terakhir, mengabaikan permohonan pembatalan dari Ottawa.
“Kami mengutuk keras eksekusi yang dilakukan terhadap warga Kanada di China,” kata Joly kepada wartawan di Ottawa pada Rabu (19/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak dapat membahas rincian kasus tersebut karena permintaan privasi dari keluarga korban.
China membela keputusan eksekusi dalam pernyataan yang dikirimkan ke surat kabar Globe and Mail, yang menyebut bahwa warga Kanada tersebut Sudah divonis bersalah dalam kasus narkotika.
“Kejahatan terkait Narkotika Merupakan kejahatan berat yang diakui di seluruh dunia karena dampaknya yang sangat merugikan masyarakat,” bunyi pernyataan Kedutaan Besar China yang dikutip oleh Global Mail seperti dilansir AFP.
“China Setiap Saat menerapkan hukuman berat terhadap kejahatan Narkotika dan mempertahankan sikap ‘nol toleransi’ terhadap peredaran narkotika.”
Joly mengatakan bahwa dirinya dan mantan Perdana Menteri Justin Trudeau, yang baru meninggalkan jabatannya pekan lalu, Sudah meminta China untuk Menyajikan keringanan hukuman.
China mengklasifikasikan data eksekusi hukuman mati sebagai rahasia negara, Sekalipun kelompok HAM seperti Amnesty International memperkirakan ribuan orang dieksekusi setiap tahunnya di negara tersebut.
Eksekusi mati ini berlangsung kala hubungan antara Beijing dan Ottawa Sudah tegang dalam beberapa tahun terakhir.
Beberapa insiden yang membuat relasi kedua negara merenggang antara lain penangkapan seorang eksekutif senior perusahaan telekomunikasi China Huawei atas permintaan AS di Vancouver pada Desember 2018 dan penahanan balasan oleh Beijing terhadap dua warga Kanada dengan tuduhan spionase.
Ketegangan semakin meningkat akibat tuduhan campur tangan China dalam Pemungutan Suara Rakyat Kanada pada 2019 dan 2021, yang dibantah oleh Beijing.
Pada 2023, Joly mengusir seorang diplomat China yang Dituding menargetkan seorang anggota parlemen oposisi Kanada yang vokal mengkritik Partai Komunis yang berkuasa di Beijing, serta keluarganya.
Ottawa Bahkan Sudah mengkritik tindakan represif China di Hong Kong serta perlakuannya terhadap minoritas Muslim Uyghur.
(rds)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA