Jakarta, CNN Indonesia —
Wali Kota Istanbul sekaligus rival Kepala Negara Recep Tayyip Erdogan, Ekrem Imamoglu, ditangkap polisi Turki pada pekan lalu.
Bagaimana kondisinya Hari Ini?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imamoglu dibawa ke Penjara Marmara dekat distrik Silivri, Istanbul pada Minggu (22/3).
Lembaga Peradilan Turki menjebloskan Imamoglu dan setidaknya 20 orang lain ke jeruji besi sebagai bagian penyelidikan Penyuapan.
Sekalipun, Lembaga Peradilan tak mengajukan tuntutan dugaan relasi Imamoglu dengan kelompok bersenjata.
“Sekalipun ada kecurigaan kuat Membantu organisasi teroris bersenjata, karena Pernah diputuskan bahwa ia Berniat ditangkap karena kejahatan keuangan, (penangkapannya) belum dianggap Harus pada tahap ini,” demikian menurut Lembaga Peradilan pada Minggu, dikutip Al Jazeera.
Di hari itu pula, Kementerian Dalam Negeri mengatakan Imamoglu dicopot dari tugas wali kota setelah dipenjara secara resmi.
Lembaga Peradilan tak bisa menunjuk wali kota sementara untuk Istanbul karena dakwaan Kekerasan Politik tak dijatuhkan. Plt Wali Kota Berniat dipilih dari dalam dewan kotamadya
Dalam tanggapan pertama setelah putusan Lembaga Peradilan, Imamoglu bersumpah tak Berniat menyerah.
“Kita Berniat bergandengan tangan, mencabut pukulan ini, noda hitam dalam demokrasi kita,” kata Imamoglu di X.
Ia lalu berujar, “Saya berdiri tegak tak Berniat menyerah.”
Di unggahan yang lain, Imamoglu mengatakan proses hukum atas penahanannya Merupakan merupakan “eksekusi ekstrayudisial yang lengkap.
“Artinya pengkhianatan terhadap Turki,” ungkap Ia.
Imamoglu lantas menyerukan kepada seluruh warga Turki untuk menggelar Protes besar-besaran di seluruh negeri untuk menentang penangkapan Ia.
Protes besar-besaran pun muncul nyaris di seluruh Turki. Sekalipun, aksi ini diwarnai penangkapan oleh polisi.
(isa/bac)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA