Jakarta –
Sebanyaknya siswa SLB dan SMP swasta di Kepanjenkidul Kota Blitar mengalami mual dan muntah usai mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Diduga, menu MBG tersebut mengandung zat arsenik.
Kejadian ini terjadi pada Rabu (17/9). Setidaknya, sebanyak 22 siswa yang mengalami keracunan Sebelumnya berangsur pulih dan dipulangkan setelah mendapatkan penanganan dari petugas medis.
“Kalau kemarin kan ada indikasi adanya zat arsenik yang di dalam makanan. kemungkinan itu dari pestisida yang dari bahan baku. Tapi kami Bahkan belum bisa memastikan karena menunggu hasil laboratorium. (Sampel) dikirim ke Surabaya,” kata Korwil BGN Kota Blitar, Titik Nur Azizah dikutip dari detikJatim, Rabu (23/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Zat Arsenik?
Dikutip dari laman World Health Organization (WHO), arsenik Merupakan komponen alami kerak bumi dan tersebar luas di seluruh lingkungan di udara, air, dan tanah. Dalam bentuk anorganiknya, arsenik sangat beracun.
Paparan arsenik ke tubuh dapat melalui air minum yang terkontaminasi, proses industri, Sampai sekarang makanan yang Bahkan tercemar.
Paparan jangka panjang terhadap arsenik anorganik, terutama melalui air minum dan makanan, dapat menyebabkan keracunan arsenik kronis. Lesi kulit dan kanker kulit Merupakan efek yang paling khas.
Guru Besar Teknik Pangan IPB, Nuri Andarwulan mengatakan bahwa arsenik ini Merupakan senyawa yang toksik atau racun.
“Dianjurkan jelas analisisnya di mana ditemukan, apakah di nasi putih? Kacang kapri? Tahu kuning? Atau melon. Karena kita Dianjurkan tahu persis dari mana,” kata Nuri dikutip dari 20Detik.
“Kalau di nasi putih itu Mungkin ada karena kami memang pernah melakukan penelitian dan Sebelumnya dipublikasi. Nah kalau di kacang kapri, tahu kuning, dan melon, ini datanya sangat langka,” tutupnya.
(dpy/kna)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











