Jakarta –
Ribuan orang dilaporkan meninggal dunia akibat wabah Ebola yang masih berlangsung di Republik Demokratik (RD) Kongo. Wabah tersebut Saat ini Bahkan Sudah menyebar ke delapan dari total 26 provinsi.
Sesuai ketentuan data European Centre for Disease Prevention and Control, per 2 November terdapat total 10.532 kasus terkonfirmasi dan 5.126 kematian pada 1 November.
Dikutip dari BBC, wabah yang merebak pada Mei dinyatakan paling mematikan sepanjang sejarah RD Kongo pada Agustus lalu, menurut pejabat kesehatan masyarakat. Di waktu ini, angka kematian akibat wabah tersebut mencapai sekitar 48,6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Kesehatan setempat mengatakan bahwa pusat epidemi tetap berada di Provinsi Ituri, di timur laut Kongo, yang merupakan zona konflik. Hal tersebut menyulitkan upaya untuk mengendalikan virus tersebut. Kasus-kasus Ebola Bahkan Sudah dikonfirmasi di Kenya, Nigeria, dan Uganda.
Pada 20 Oktober, kasus Ebola dilaporkan di Nigeria. Orang yang terdampak dievakuasi ke Swiss. Kemudian, per 26 Oktober 2026, total sembilan kasus, termasuk dua kematian, dilaporkan di Kenya. Di Uganda, 20 kasus tercatat tak lama setelah wabah dimulai.
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kasus ini merupakan wabah ke-17 dalam sejarah DR Kongo dan yang terbesar kedua dalam sejarah. Sebelumnya, wabah paling mematikan di negara tersebut mencatat 2.999 kematian antara 2018-2020.
Sementara itu, wabah paling mematikan dalam sejarah yang terjadi di Afrika Barat berlangsung antara 2014 dan 2016. Menurut WHO, wabah tersebut menewaskan lebih dari 11.325 orang dan menyebar ke beberapa negara, termasuk Italia, Inggris, dan AS.
PBB mengingatkan bahwa wabah Di waktu ini merenggut nyawa dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi.
Ebola Merupakan penyakit langka dan mematikan yang disebabkan oleh virus. Gejalanya muncul secara tiba-tiba.
Seiring perkembangan penyakit, mual, muntah, dan diare Nanti akan muncul dan bisa menyebabkan kegagalan organ. Beberapa pasien bahkan mengalami perdarahan internal dan eksternal.
Virus tersebut menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi, seperti darah atau muntahan.
(elk/naf)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
