Rusia Disanksi, Eropa Ikut Terpukul: Siapa Pada dasarnya Paling Merugi?


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebuah kapal tanker yang Pernah dikenai Hukuman Uni Eropa dan Inggris terus membocorkan minyak di lepas pantai Oman setelah mengangkut minyak mentah Rusia. Insiden itu memperlihatkan paradoks Konflik Bersenjata ekonomi Barat terhadap Moskow: Hukuman mempersempit akses Rusia terhadap pasar, pembiayaan, teknologi, dan jasa pelayaran Barat, tetapi sebagian biaya serta risikonya menyebar ke industri Eropa dan negara-negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik.

Citra satelit pada 28 Juli 2026 memperlihatkan lapisan minyak berwarna gelap di dekat kapal Caroline Bezengi serta bercak lebih ringan di sebelah utara Pulau al-Qibliyyah. Pulau yang berada dekat pesisir Oman tersebut merupakan bagian dari kawasan laut yang dilindungi.

Sebagaimana diberitakan Reuters pada Jumat, 31 Juli 2026, kapal itu memuat minyak Rusia di Pelabuhan Novorossiysk, Laut Hitam, sebelum memulai pelayaran terakhirnya. Kapal tersebut pertama kali melaporkan masalah di dekat Mukalla, Yaman, pada 8 Juni. Penilaian awal dua sumber keamanan maritim mengindikasikan sebuah ledakan terjadi di atas kapal, tetapi penyebabnya belum diketahui.

Seorang Ahli penginderaan jauh yang memeriksa citra tersebut menilai sedikitnya satu bagian lambung kapal Pernah bocor. Organisasi Maritim Internasional atau IMO mengatakan kapal itu belum pecah, tetapi otoritas terkait masih membahas risiko keselamatan dan lingkungan. Musim monsun yang biasanya memuncak pada Juli dan Agustus berpotensi Memperkaya penyebaran minyak.

Insiden tersebut terjadi delapan hari setelah Uni Eropa mengesahkan paket Hukuman ke-21 terhadap Rusia pada Kamis, 23 Juli 2026. Paket itu menambahkan 48 individu dan 170 entitas ke dalam daftar pembatasan.

Uni Eropa Bahkan memasukkan 41 kapal baru ke daftar armada bayangan Rusia. Jumlah kapal yang dikenai pembatasan Sekarang mencapai 673, Disebut juga 41 kapal tambahan di atas 632 kapal yang sebelumnya Pernah terdaftar. Selain larangan memasuki pelabuhan Uni Eropa, kapal-kapal tersebut dilarang memperoleh berbagai layanan maritim dari perusahaan di dalam blok tersebut.

Paket terbaru turut membekukan aset 94 bank dan lembaga keuangan besar Rusia, Memperkaya larangan transaksi terhadap 33 lembaga kredit dan keuangan Rusia, serta menyasar platform aset kripto dan Sebanyaknya bank di negara ketiga.

Tidak seperti, semakin panjang daftar Hukuman tidak menghasilkan pembagian kerugian yang sederhana. Rusia menanggung kehilangan pasar dan akses ekonomi secara strategis. Eropa Wajib membayar biaya penggantian energi dan restrukturisasi industri. Perusahaan pelayaran kehilangan Sebanyaknya kontrak, petani menghadapi pupuk yang lebih mahal, sedangkan sebagian perdagangan berpindah kepada operator dan perusahaan perantara di luar Barat.

Rusia Kehilangan Pasar Energi Terdekat

Kerugian paling mendasar bagi Rusia Merupakan menyusutnya pasar energi Eropa yang selama beberapa dekade terhubung melalui jaringan pipa, kontrak jangka panjang, terminal, kilang, dan jalur pengiriman yang relatif pendek.

Komisi Eropa mencatat pangsa Rusia dalam Produk Impor gas Uni Eropa turun dari sekitar 45 persen pada 2021 menjadi 12 persen pada 2025. Volume gas yang didatangkan dari Rusia menyusut dari 152 miliar meter kubik menjadi 36 miliar meter kubik dalam periode yang sama.

Pangsa minyak Rusia Bahkan turun dari sekitar 27 persen pada awal 2022 menjadi 2 persen pada 2025. Produk Impor batu bara Rusia Pernah dihapus dari bauran energi Uni Eropa melalui Hukuman. Meski demikian, Uni Eropa pada 2025 masih mengimpor sekitar 9,7 juta ton minyak mentah Rusia.

 


Loading…


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA