Siapa yang pernah mendapatkan inspirasi atau ide brilian ketika Tengah buang air besar atau mandi di kamar mandi? Ini Kemungkinan sebuah pengalaman umum yang banyak dialami orang.
Lantas, yang menjadi pertanyaan kenapa hal tersebut bisa terjadi? Neuropsikolog di New York City bernama Sanam Hafeez, PsyD menuturkan menuturkan otak justru sering melakukan pekerjaan kreatif Unggul ketika tidak Tengah aktif berusaha memecahkan masalah.
Nyatanya, otak tidak berhenti bekerja saat seseorang berhenti berpikir. Salah satunya, ketika Tengah berada di kamar mandi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Aktivitas rutin seperti mandi atau mengeringkan rambut dengan hair dryer membutuhkan usaha mental yang sangat sedikit. Kondisi ini memungkinkan otak untuk rileks dan beralih ke mode yang lebih kreatif,” kata Hafeez dikutip dari Real Simple, Selasa (11/8/2026).
“Ketika kita tidak lagi terlalu fokus pada suatu masalah, pikiran menjadi lebih bebas untuk mengembara dan memproses informasi di latar belakang,” sambungnya.
Menjauh sejenak dari persoalan bukan berarti menyerah untuk menyelesaikannya. Bertolak belakang dengan, ini justru dapat Menyajikan ruang yang dibutuhkan otak untuk bekerja di balik layar.
Ilmuwan menyebut ini sebagai ‘periode inkubasi’. Ini merupakan waktu ketika otak tetap memproses suatu masalah, meski perhatian Sebelumnya beralih ke hal yang lain.
“Waktu istirahat secara mental ini Mendukung otak membuat hubungan baru antara ide, ingatan, dan pengalaman. Hal tersebut sering kali menghasilkan wawasan yang tidak terduga dan momen ‘aha!’ yang Sebelumnya tidak asing lagi,” jelas Hafeez.
“Menjauh sejenak dari suatu tugas justru dapat Mengoptimalkan kreativitas karena otak terus mengerjakan masalah Meskipun demikian demikian kita tidak secara sadar Tengah memikirkannya,” sambungnya.
Ada Mode Default di Otak
Salah satu alasan mengapa ide-ide sering muncul ketika melakukan aktivitas sehari-hari berkaitan dengan yang namanya default mode network (DMN) atau jaringan mode default otak. Ketika Tengah fokus pada masalah, kebuntuan mental bisa terjadi.
Aktivitas rutin seperti mandi atau Kemungkinan jalan kaki memberi kesempatan otak untuk rileks dan mengembara. Selama waktu istirahat tersebut, otak terus bekerja di balik layar, membuat hubungan-hubungan baru, dan seringkali menghasilkan wawasan atau terobosan secara tiba-tiba.
Menurut Hafeez, aktivitas yang ringan, berulang, dan tidak menimbulkan banyak tekanan memungkinkan default mode network menjadi lebih aktif.
“Hal ini Mendukung otak memproses informasi, menghubungkan berbagai ide yang sebelumnya tidak berkaitan, dan memecahkan masalah di latar belakang,” ujarnya.
“Itulah sebabnya sebuah ide atau wawasan terkadang terasa muncul begitu saja, padahal kita Pada dasarnya tidak Tengah berusaha memikirkannya,” tandas Hafeez.
Halaman 2 dari 2
(avk/naf)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
