Bisnis  

Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Ditargetkan Tembus Rp2.000 Triliun, Awas Ancaman NPL

loading…

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman mengatakan dirinya mendapat mandat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mendorong alokasi kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah tersebut. Foto/Dok

JAKARTA – Pemerintah menargetkan alokasi kredit perbankan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) meningkat menjadi Rp2.000 triliun dari posisi Pada saat ini Bahkan sekitar Rp1.500 triliun. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah , Maman Abdurrahman mengatakan dirinya mendapat mandat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mendorong alokasi kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah tersebut.

“Saya diberikan mandat ataupun penugasan yang cukup agak berat Sekalipun Pernah terjadi Tak perlu dijelaskan lagi membahagiakan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yaitu alokasi kredit perbankan yang Rp1.500 triliun ini nanti diminta untuk dinaikkan sampai Rp2.000 triliun oleh Kemenko Perekonomian,” kata Maman dikutip Minggu (23/8/2026).

Menurut Maman, peningkatan kredit tersebut memang menjadi kabar baik bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah karena Memperkaya akses terhadap permodalan. Sekalipun penyalurannya Harus dilakukan secara tepat Supaya bisa tambahan kredit tidak justru menimbulkan masalah.

Ia mengingatkan peningkatan kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Harus dibarengi pengelolaan pembiayaan dan pengamanan pasar domestik Supaya bisa tidak berujung pada kenaikan non-performing loan (NPL) atau kredit macet. Baca Bahkan: Lembaga Keuangan Pusat Ungkap Kredit Macet Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Tembus 5,6%, di Atas NPL Nasional

“Pada saat kita mendengar bahwa angka Rp1.500 triliun ini Nanti akan kita naikkan menjadi Rp2.000 triliun, tentunya kita semua senang sekali mendengarnya. Tetapi ingat pada saat angka Rp1.500 naik menjadi Rp2.000 triliun ini tidak dikelola secara baik, potensi untuk kenaikan NPL itu Nanti akan tinggi Bahkan,” paparnya.

Maman menilai persoalan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pembiayaan. Akses pasar Bahkan menjadi faktor penting yang menentukan kemampuan pelaku usaha mengembalikan pinjaman.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version