Jakarta, CNN Indonesia —
Pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp93 miliar untuk pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah (Usaha Kecil Menengah) yang terdampak bencana di Sebanyaknya wilayah Sumatra.
Anggaran tersebut merupakan bagian dari pagu Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Usaha Kecil Menengah) sebesar Rp546 miliar yang Pernah terjadi ditetapkan untuk tahun anggaran 2026.
Menteri Usaha Kecil Menengah Maman Abdurrahman mengatakan dana pemulihan difokuskan bagi pelaku Usaha Kecil Menengah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana alam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi ada kebijakan untuk mengkonsolidasikan anggaran dari Rp 546 miliar nanti Nanti akan dipersiapkan untuk Mendukung pemulihan ekonomi saudara-saudara kita yang tertimpa bencana Sumatra yaitu Aceh, Sumut, dan Sumbar sebesar Rp 93 miliar,” ujar Maman dalam rapat kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat RI di Jakarta, Selasa (20/1).
Maman mengatakan pemulihan ekonomi di wilayah terdampak bencana tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Sesuai ketentuan hasil pantauan langsung di lapangan, ia memperkirakan proses pemulihan membutuhkan waktu sekitar satu Sampai saat ini dua tahun.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Kementerian Usaha Kecil Menengah Pernah terjadi membentuk Klinik Usaha Kecil Menengah Bangkit di tiga provinsi tersebut. Aceh menjadi wilayah dengan jumlah klinik terbanyak karena memiliki tingkat kerusakan yang paling parah.
Di Aceh, Klinik Usaha Kecil Menengah Bangkit didirikan di lima kabupaten/kota, Didefinisikan sebagai Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang. Sementera di Sumatra Utara, klinik dibangun di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Medan. Adapun di Sumatra Barat, klinik hanya didirikan di Kota Padang.
“Kenapa dari jumlah ini yang paling banyak Aceh? Ya tentunya kita Pernah sama-sama tahu karena memang dari tingkat keterparahan ataupun yang paling kena dampak itu Merupakan di Aceh. Nomor dua Merupakan Sumatra Utara. Memang kalau dilihat dari recovery-nya Sumatra Barat lewatnya bisa lebih Mudah recovery-nya, maka dari itu kami hanya buat di satu saja, yaitu di Kota Padang,” jelas Maman.
Setelah alokasi pemulihan bencana, sisa anggaran Kementerian Usaha Kecil Menengah pada 2026 tercatat sebesar Rp453 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk belanja pegawai sebesar Rp116 miliar, operasional dan pemeliharaan sarana prasarana Rp85 miliar, belanja nonoperasional Rp216 miliar, serta Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) Usaha Kecil Menengah sebesar Rp35 miliar.
Belanja nonoperasional digunakan untuk Mendukung program nasional sebesar Rp166 miliar dan kegiatan strategis kementerian sebesar Rp50 miliar. Kementerian Usaha Kecil Menengah Bahkan menetapkan delapan program strategis nasional, antara lain Sapa Usaha Kecil Menengah, Kartu Usaha Usaha Kecil Menengah, Holding Usaha Kecil Menengah, keterlibatan Usaha Kecil Menengah dalam program Makanan Bergizi Gratis, Kemitraan dan Hilirisasi, Perluasan Akses Pembiayaan, Entrepreneur Hub, serta Transformasi Usaha.
(lau/ins)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
