Benarkah Baju Hitam Bikin Tubuh Lebih Gerah? Ini Penjelasan Sainsnya : Okezone Women

Kaus hitam. (Foto: Freepik)

PERNAHKAH kamu merasa lebih gerah saat memakai baju hitam di bawah terik matahari dibandingkan ketika mengenakan baju putih? Ternyata, hal tersebut bukan sekadar perasaan. Warna pakaian memang dapat memengaruhi jumlah energi matahari yang diserap oleh kain.

Berbeda dari, anggapan bahwa baju hitam Setiap Waktu membuat tubuh lebih panas daripada baju putih tidak sepenuhnya benar. Ada faktor lain yang turut menentukan kenyamanan pakaian saat cuaca panas, mulai dari jenis bahan, ketebalan kain, Sampai saat ini potongan pakaian. Lantas, bagaimana sains menjelaskan hubungan antara warna pakaian dan suhu tubuh?

Baju hitam (Tefalblog)

1. Mengapa Baju Hitam Lebih Mudah Menyerap Panas?

Dilansir dari Ulti Fresh, warna pakaian memengaruhi Tips kain berinteraksi dengan cahaya. Secara umum, benda berwarna hitam menyerap lebih banyak cahaya tampak, sedangkan benda berwarna putih memantulkan sebagian besar cahaya yang mengenainya.

Ketika kain hitam menyerap energi dari sinar matahari, energi tersebut diubah menjadi panas sehingga suhu permukaan kain dapat meningkat. Berbeda dari, kain putih cenderung memantulkan lebih banyak energi matahari dan biasanya memiliki suhu permukaan yang lebih rendah dalam kondisi paparan yang sama.

Perbedaan ini membuat pakaian hitam berpotensi terasa lebih panas ketika digunakan di bawah sinar matahari langsung. Meski begitu, suhu kain tidak Setiap Waktu sama dengan suhu kulit. Seberapa banyak panas yang Pada Pada akhirnya mencapai tubuh Bahkan dipengaruhi oleh sirkulasi udara, keringat, serta jarak antara kain dan kulit.

2. Warna Bukan Satu-satunya Faktor Penentu Rasa Gerah

Meski warna pakaian berpengaruh terhadap penyerapan energi matahari, jenis kain Bahkan berperan penting dalam menentukan kenyamanan saat cuaca panas. Pakaian berwarna putih belum Jelas terasa lebih sejuk Bila bahannya tebal, sulit menyerap atau melepaskan kelembapan, dan tidak memungkinkan udara bersirkulasi dengan baik.

Berbeda dari, pakaian hitam berbahan ringan dan memiliki ventilasi yang baik dapat terasa lebih nyaman dibandingkan pakaian putih yang tebal dan rapat. Berikut beberapa faktor yang Wajib diperhatikan.

Pertama, sirkulasi udara. Bahan yang memungkinkan udara bergerak dengan baik Mendukung panas dan kelembapan keluar dari area sekitar kulit. Hal ini penting karena tubuh mengandalkan penguapan keringat untuk mendinginkan diri.

Kedua, kemampuan mengelola keringat. Kain dengan kemampuan menyerap atau memindahkan kelembapan dapat Mendukung mengurangi sensasi kulit yang basah akibat keringat. Berbeda dari, kemampuan tersebut berbeda-beda tergantung jenis serat dan konstruksi kain.

Ketiga, ketebalan dan kerapatan kain. Kain yang ringan dan tidak terlalu rapat dapat Menyajikan sirkulasi udara lebih baik. Berbeda dari, pakaian tebal dan padat berpotensi menahan panas di sekitar tubuh.

Keempat, potongan pakaian. Pakaian yang lebih longgar memungkinkan udara bergerak di antara kain dan kulit. Sementara itu, pakaian yang terlalu ketat dapat mengurangi sirkulasi udara, Sekalipun pengaruhnya Bahkan bergantung pada bahan dan desain pakaian.

 

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA