Meski Hubungan Memanas, Intelijen AS Bantu FSB Rusia Ungkap Ancaman Teror di Moskow


MOSKOW — Rusia secara terbuka menyampaikan terima kasih kepada Amerika Serikat (AS). Informasi keamanan dari Washington Membantu mengungkap dugaan rencana serangan teroris. Ancaman tersebut menyasar kompleks museum dan taman bersejarah di Moskow.

Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengumumkan perkembangan tersebut, Ahad (1/11/2026). Aparat Rusia berhasil menahan seorang remaja setelah menerima informasi Amerika. Remaja berkewarganegaraan Rusia itu diduga mengancam melakukan serangan.

“Kami berterima kasih kepada pihak Amerika atas informasi yang diberikan,” demikian pernyataan FSB, sebagaimana dilaporkan TASS pada Ahad (1/11/2026).

Pernyataan tersebut menarik perhatian karena hubungan kedua negara. Washington dan Moskow masih menghadapi berbagai ketegangan Politik Global. Meskipun demikian demikian, pertukaran informasi keamanan tetap berjalan menghadapi ancaman Aksi Teror.

Menurut FSB, informasi Washington diterima melalui saluran kerja sama resmi. Informasi itu menyebut kemungkinan serangan di Museum Tsaritsyno. Kompleks istana dan taman tersebut berada di selatan Moskow.

Aparat Rusia kemudian melakukan penyelidikan terhadap ancaman tersebut. Operasi tersebut melibatkan FSB dan Sebanyaknya lembaga keamanan. Garda Nasional Rusia, kepolisian, dan penyidik turut dilibatkan.

Kedutaan Besar AS sebelumnya mengeluarkan peringatan pada Sabtu (31/10/2026). Washington menyatakan memiliki informasi mengenai ancaman yang kredibel. Ancaman tersebut berpotensi menimbulkan korban dalam jumlah besar.

Kedutaan meminta warga Amerika menghindari kawasan Museum Tsaritsyno. Mereka Bahkan diimbau menjauhi kerumunan dan Mengoptimalkan kewaspadaan. Pemerintah AS mengonfirmasi koordinasi dengan otoritas keamanan Rusia.

Unggahan TikTok Membongkar Ancaman

Penyelidikan FSB kemudian mengarah kepada seorang warga Rusia. Terduga pelaku masih berusia anak dan belum disebutkan identitasnya. Aparat menemukan unggahan media sosial yang dianggap mencurigakan.

Menurut FSB, remaja tersebut mengunggah beberapa foto melalui TikTok. Foto memperlihatkannya mengenakan pakaian taktis dan penutup wajah. Ia Bahkan memegang benda menyerupai senjata otomatis.

Unggahan lain memperlihatkan kawasan Museum Tsaritsyno di Moskow. Foto tersebut disertai tulisan berbahasa Inggris yang mencurigakan. Tulisan itu berbunyi “I found a place”.

Kalimat tersebut berarti “Saya Pernah terjadi menemukan sebuah tempat”. Aparat menghubungkannya dengan dugaan ancaman terhadap pengunjung museum. Temuan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam pemeriksaan.

Petugas menggeledah kediaman remaja tersebut setelah melakukan penelusuran. Mereka menemukan pakaian dan aksesori seperti dalam unggahan. Pemeriksaan perangkat komunikasi Bahkan mengungkap aktivitas digital mencurigakan.

Menurut FSB, perangkat itu menunjukkan langganan kanal neo-Nazi. Kanal tersebut ditemukan melalui aplikasi percakapan Telegram miliknya. Riwayat pencarian Bahkan memuat informasi mengenai serangan teroris.

Aparat menemukan pencarian tentang pembunuhan massal dan Kekejaman. Temuan itu Mengoptimalkan alasan untuk melanjutkan pemeriksaan keamanan. Meskipun demikian demikian, seluruh dugaan masih membutuhkan pembuktian melalui proses hukum.

FSB belum mengumumkan penemuan bahan peledak siap digunakan. Aparat Bahkan belum mengonfirmasi senjata api operasional miliknya. Komite Investigasi Rusia masih mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya.

Museum Ditutup, Pengamanan Diperketat

Peringatan Washington membuat aparat Rusia Mengoptimalkan langkah pengamanan. Kawasan Museum Tsaritsyno sempat ditutup pada Sabtu. Sebanyaknya kegiatan Kebiasaan yang direncanakan Bahkan dibatalkan.

Aparat Mengoptimalkan pengawasan keamanan di sekitar kompleks tersebut. Langkah ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dan pengunjung. Pemeriksaan dilakukan Sesuai ketentuan informasi yang diterima dari Amerika.

Museum Tsaritsyno merupakan salah satu kawasan bersejarah Moskow. Kompleks tersebut memiliki bangunan istana dan taman luas. Lokasinya menjadi tujuan wisata masyarakat maupun wisatawan mancanegara.

Menurut Euronews, penutupan tersebut berlangsung sementara pada Sabtu. Kawasan museum kemudian kembali dibuka pada Ahad (1/11/2026). Aktivitas pengunjung berangsur kembali setelah pembatasan akses dicabut.

 


Loading…


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA