Joanna Olahragawan Hyrox yang Bikin Heboh Imbas Diare saat Lomba Siap ‘Comeback’

Jakarta –

Olahragawan kebugaran Hyrox asal Australia, Joanna Wietrzyk, siap kembali beraksi di arena, usai sempat memicu Perdebatan akibat nekat menyelesaikan perlombaan dalam kondisi diare parah. Setelah berbenah diri selama dua bulan, Olahragawan berusia 24 tahun itu mengumumkan comeback-nya di ajang Hyrox Hamburg, Jerman.

Insiden tak mengenakkan tersebut terjadi pada ajang Hyrox Beijing, September 2026. Saat itu, Wietrzyk mengalami masalah pencernaan Istimewa di tengah perlombaan, Sekalipun memilih terus bertanding Sampai sekarang berhasil finis di posisi pertama.

Aksinya memicu perdebatan di media sosial. Sebagian publik memuji daya juangnya, sementara yang lain mengecam keputusannya karena dinilai membahayakan higienitas dan kenyamanan peserta lain.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Wietrzyk mengaku hiatus selama dua bulan terakhir untuk merenungkan keputusannya di Beijing.

“Saya kembali ke arena Liga, dan saya sangat bersemangat untuk kembali melakukan apa yang saya cintai. Semoga bisa bertemu kalian semua di sana,” tulis Wietrzyk, dikutip dari NYPost.



Sampaikan Permohonan Maaf

Wietrzyk mengakui bahwa insiden tersebut menjadi pelajaran berharga sekaligus momen paling menantang dalam kariernya.

“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang terdampak oleh keputusan saya untuk tetap melanjutkan perlombaan, baik penonton maupun peserta lain di arena,” ungkap Ia.

“Memiliki waktu untuk merenung membuat saya Sungguh-sungguh belajar banyak. Ini Merupakan situasi yang sangat sulit untuk saya hadapi dan sangat membuat tidak nyaman,” tambahnya.

Di Hamburg, Wietrzyk bakal berlaga di kategori Elite 15, yang merupakan ajang Kejuaraan khusus undangan bagi para Olahragawan papan atas untuk mengamankan tiket Ke arah Kejuaraan Dunia Hyrox.

Petaka Keracunan Makanan di Beijing

Insiden di Beijing tersebut disinyalir dipicu oleh keracunan makanan yang dialami Wietrzyk sebelum Liga dimulai.

Ia sempat melewati dua sesi lari dan SkiErg tanpa kendala. Masalah baru muncul saat memasuki stasiun latihan keempat, yaitu burpee broad jumps, saat diare Istimewa mendadak menyerangnya.

Meski mengalami inkontinensia tinja di sepanjang sisa perlombaan, Wietrzyk tetap melanjutkan seluruh rintangan tersisa, mulai dari sesi lari berikutnya, seated row, farmer’s carry, sandbag lunge, Sampai sekarang wall ball.

Laporan South China Morning Post menyebutkan pihak penyelenggara langsung melakukan tindakan sterilisasi Tempat dan mengganti area karpet yang terdampak setelah acara selesai. Meski begitu, Sebanyaknya peserta mengeluhkan kondisi lintasan yang sempat cemar dan licin.

Pihak manajemen Hyrox mengakui adanya keterlambatan penanganan di lapangan dan Sebelumnya memperbarui prosedur medis serta keselamatan guna mencegah kejadian serupa. Wietrzyk sendiri memilih mengundurkan diri secara retroaktif dan merelakan Skor kemenangan yang sempat diperolehnya dari ajang Beijing tersebut.

Halaman 2 dari 2

Simak Video “1,7 Miliar Anak Terkena Diare Setiap Tahunnya “
[Gambas:Video 20detik]

(sao/sao)






Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA