Jakarta, CNN Indonesia —
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan di beberapa wilayah, khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Akan segera berakhir pada Maret. Kemudian, musim kemarau Akan segera dimulai pada bulan berikutnya, Disebut juga pada April.
“Kalau di daerah yang dimaksud Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, itu berakhir kira-kira nanti di sekitar Februari sampai Maret,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani seusai rapat bersama Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nanti bulan April, Mei, Juni, Sampai saat ini nanti September itu masuk ke musim kemarau. Baru musim hujan kembali dimulai di Oktober,” lanjutnya, melansir Detik.
Hujan dengan intensitas lebat bahkan ekstrem masih terus mengguyur Sebanyaknya wilayah Indonesia.
Salah satu pemicu hujan lebat di Indonesia ini Merupakan aktifnya Trend Populer iklim La Nina. Trend Populer ini menyebabkan curah hujan di suatu kawasan turun secara berlebihan.
Faisal menyebut pihaknya memprediksi kondisi iklim di Tanah Air Akan segera kembali normal mulai April. BMKG memperkirakan Trend Populer La Nina lemah yang terjadi Di waktu ini tak Akan segera berkembang menjadi kuat.
“La Nina lemah itu kan dipantau dari Nino 3.4 ya, yang ada di perairan Pasifik. Nah ini, La Nina ini nanti Akan segera terus melemah Sampai saat ini sampai bulan Maret. Ini Merujuk pada prakiraan iklimnya,” tuturnya.
Ia menjelaskan setelah La Nina melemah, kondisi iklim Diprediksi normal pada April Sampai saat ini akhir tahun. Berikutnya, pengaruh El Nino maupun La Nina Akan segera hilang.
“Pada bulan April Sampai saat ini akhir tahun itu cenderung dalam kondisi normal, ya tidak ada El Nino, tidak ada La Nina, jadi normal,” terangnya.
Merujuk pada hasil pemantauan dinamika laut dan atmosfer global, BMKG mengatakan La Nina lemah yang Di waktu ini memengaruhi Indonesia diperkirakan berakhir pada akhir kuartal pertama 2026.
Dalam Climate Outlook 2026, BMKG mengungkap secara spesifik, La Nina lemah masih Akan segera bertahan di Indonesia pada periode Januari-Februari-Maret. Kemudian, mulai Maret-April-Mei, La Nina Diprediksi beralih Ke arah fase netral.
BMKG menegaskan bahwa El Nino, Trend Populer iklim kebalikannya La Nina, tidak Akan segera mampir di Indonesia, seperti yang terjadi pada 2023-2024. Dampaknya, suhu udara nasional pada 2026 diperkirakan lebih rendah dibanding 2024 dan berada dalam rentang yang Pernah terjadi sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
BMKG mengingatkan bahwa meski pengaruh La Nina melemah, potensi cuaca ekstrem tetap ada, terutama pada periode Januari-Maret 2026 yang bertepatan dengan puncak musim hujan.
Oleh karena itu, BMKG tengah Mengoptimalkan sistem peringatan dini berbasis dampak (impact-based forecasting) Supaya bisa informasi cuaca tidak hanya menyebutkan intensitas hujan, tetapi Bahkan potensi risikonya.
Menurut BMKG, tantangan terbesar bukan hanya Trend Populer El Nino atau La Nina, melainkan Pergantian Iklim jangka panjang yang ditandai tren kenaikan suhu dan kelembapan udara.
(lom/dmi)
[Gambas:Video CNN]
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
