loading…
Komet 3I/ATLAS. FOTO/ NASA
Para astronom baru saja mengarahkan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) ke komet antarbintang 3I/ATLAS dan membuat temuan Berkelas tentang komposisi kimianya.
Hal ini tidak hanya Mendukung menguraikan asal-usul pengunjung ekstraterestrial ini, tetapi penelitian ini Bahkan mengungkapkan petunjuk baru tentang bagaimana planet terbentuk di sekitar bintang-bintang yang jauh.
3I/ATLAS berasal dari ruang antarbintang, di luar Tata Surya kita, dan merupakan objek ketiga dari jenisnya yang pernah ditemukan oleh manusia.
Dengan menganalisis partikel es kecil yang dikeluarkan dari komet tersebut, tim peneliti yang dipimpin oleh Southwest Research Institute (SwRI) Pernah menemukan petunjuk penting tentang kondisi di mana material primitif yang membentuk planet di sistem bintang lain terbentuk.
Menariknya, Sekalipun 3I/ATLAS pada awalnya tampak sangat berbeda dari kebanyakan komet yang pernah diamati, karakteristik kimianya memiliki kemiripan yang mencolok dengan benda-benda langit es di tepi luar Tata Surya.
Komet antarbintang Merupakan benda langit kecil dan es yang terbentuk dalam cakram gas dan debu yang mengelilingi bintang-bintang yang jauh. Setelah terlontar dari sistem bintangnya, benda-benda ini berkeliaran di ruang antarbintang, terkadang mengorbit di Tata Surya.
Tidak seperti komet yang berasal dari dalam Tata Surya kita, yang Tanpa henti mengorbit Matahari dalam orbit tetap, komet antarbintang hanya mengunjungi kita sekali. Setelah meninggalkan jangkauan pengamatan kita, mereka melanjutkan perjalanan mereka melalui ruang angkasa yang dalam dan hampir tidak memiliki peluang untuk kembali.
Studi sebelumnya menunjukkan bahwa 3I/ATLAS Bisa jadi terbentuk sangat awal dalam sejarah alam semesta. Hal ini menjadikannya semacam “kapsul waktu purba,” yang menyimpan informasi berharga tentang sistem bintang tempat objek tersebut berasal.
Dr. Silvia Protopapa dari SwRI, penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa saat 3I/ATLAS mendekati Matahari dan memanas, gas yang keluar dari dalam komet membawa partikel es dan debu, membentuk awan material yang mengelilingi objek tersebut, yang Bahkan dikenal sebagai kepala komet (koma).
Partikel-partikel ini menyimpan petunjuk tentang kondisi lingkungan di Tempat terbentuknya komet tersebut.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











