loading…
Tencent. FOTO/ WSJ
Model ini dilengkapi dengan fitur-fitur perlindungan yang dirancang untuk memitigasi risiko penyalahgunaan dalam serangan siber atau penelitian biologi yang berpotensi menimbulkan bahaya, demikian dilaporkan Anadolu Agency.
Perusahaan yang berbasis di Shenzhen—yang dikenal luas sebagai pengembang aplikasi pesan populer WeChat—menyatakan bahwa model ini dilatih menggunakan data keamanan siber yang berfokus pada tugas-tugas defensif, seperti mengidentifikasi dan menambal kerentanan perangkat lunak. Data yang berkaitan dengan eksploitasi kelemahan sistem untuk tujuan ofensif sengaja tidak disertakan dalam pelatihan tersebut.
Menurut Tencent, penilaian keamanan yang dilakukan oleh tim riset internal mereka tidak menemukan kekhawatiran berarti terkait potensi model ini dalam Mendukung serangan siber di area-area yang Sebelumnya diuji.
Perusahaan tersebut Bahkan mencatat bahwa Sekalipun Hy4 menunjukkan tingkat kemahiran yang tinggi dalam pengetahuan biologi, kemampuannya untuk merancang eksperimen terbuka (open-ended) lebih terbatas dibandingkan dengan beberapa model AI tercanggih yang ada Saat ini Bahkan Bahkan.
Selain fitur keamanannya, Tencent menyatakan bahwa Hy4 mampu menganalisis gambar, menafsirkan grafik yang kompleks, menulis kode komputer, serta menjalankan berbagai tugas melalui antarmuka perangkat lunak.
Hy4 merupakan tambahan terbaru dalam rangkaian model AI Tencent yang terus berkembang, menyusul peluncuran versi pratinjau pada bulan Agustus lalu.
Menurut perusahaan tersebut, model baru ini Menyajikan peningkatan kinerja di berbagai bidang, termasuk analisis keuangan, penelitian ilmiah, dan pengembangan perangkat lunak.
(wbs)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











